Dolar sedikit lebih tinggi pada perdagangan didukung meredanya kekhawatiran dagang

11 Jun

Dolar sedikit lebih tinggi pada perdagangan didukung meredanya kekhawatiran dagang

Dolar sedikit lebih tinggi pada perdagangan didukung meredanya kekhawatiran dagang

Dolar AS tidak banyak bergerak pada perdagangan pasar Asia di hari Selasa, masih diperdagangkan pada harga dari penutupan perdagangan sesi sebelumnya.

Greenback mendapatkan rebound sejak awal minggu ini di tengah indikasi bahwa ketegangan perdagangan global sedang mereda tetapi kenaikan masih tertahan oleh harapan untuk suku bunga AS yang lebih rendah.

Indeks Dolar AS tercatat naik sekitar 0,3% menjadi 96,871, sedikit pulih setelah berakhir dengan kerugian 1,2% minggu lalu, mencatatkan kinerja mingguan terburuk untuk tahun ini.

Sentimen pasar didorong setelah AS dan Meksiko mencapai kesepakatan migrasi pada akhir pekan lalu untuk mencegah perang tarif. Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 5% untuk semua barang Meksiko yang dimulai pada hari Senin jika Meksiko tidak berkomitmen untuk memperketat perbatasannya.

Perselisihan dagang AS dengan para mitranya menaikan kekhawatiran global dalam satu tahun terakhir ini, termasuk konflik yang berkepanjangan dengan China, telah memperlambat pertumbuhan global dan meningkatkan resiko perdagangan.

Ekspor China secara tak terduga kembali meningkat pada bulan Mei meskipun tarif AS lebih tinggi dari data yang dirilis hari Senin, tetapi banyak yang menduga kenaikan itu disebabkan oleh perusahaan yang melakukan pengiriman lebih cepat untuk menghindari tarif AS yang lebih tinggi. Ketakutan akan perang dagang AS-Tiongkok yang lebih lama terus berlanjut.

Para pemimpin keuangan Kelompok G20 mengatakan bahwa ketegangan perdagangan dan geopolitik telah meningkat, meningkatkan risiko untuk penurunan pertumbuhan ekonomi global, Jika persaingan tarif antara AS dan China tidak segera menemukan kesepakatan.

Terhadap safe-haven yen, dolar naik 0,43% menjadi 108,64 yen. Yen menguat pada akhir Mei pada prospek perdagangan global yang memburuk karena mata uang Jepang cenderung menguntungkan selama tekanan geopolitik atau keuangan karena Jepang adalah negara kreditor terbesar di dunia.

Dolar Australia bergerak lebih rendah sebesar 0,4% menjadi 0,6955, membalik kenaikan minggu lalu.

Sementara Euro merosot turun hampir 0,3% menjadi 1,1308, mundur dari harga tertinggi mingguan pada kisaran 1,1348 yang disentuh pada minggu lalu.

Meskipun begitu, kenaikan dolar masih dibatasi oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga selama paruh kedua tahun ini.

Perkiraan tersebut didukung oleh data ekonomi ketika data menunjukkan bahwa ekonomi AS menambahkan jauh lebih kecil dari perkiraan sebesar 75.000 pekerjaan pada bulan Mei, menunjukkan hilangnya momentum dalam kegiatan ekonomi menyebar ke pasar tenaga kerja.

 

Harga emas berjangka stabil di tengah resiko perdagangan yang meningkat

Emas datar pada perdagangan pasar Asia hari Selasa, setelah mendapatkan rally penurunan di awal minggu ini ditengah kekhawatiran perdagangan yang sedikit mereda.

Kemungkinan penurunan suku bunga Federal Reserve tidak begitu memberikan dorongan penguatan untuk emas, karena keputusan Presiden Donald Trump untuk tidak menerapkan tarif dagang baru terhadap Meksiko meredakan kekhawatiran pasar.

Emas batangan dan emas berjangka turun dari harga tertinggi tahunannya, menghentikan reli panjang kenaikan pada minggu lalu, karena keputusan presiden untuk tidak melanjutkan kenaikan pajak pada impor Meksiko menurunkan sebagian faktor ketakutan dari pasar makro global.

Spot gold yang mencerminkan perdagangan dalam bullion, diperdagangkan pada $ 1,327.64 per ounce, turun $ 12,94, atau 1%,. Setelah mencatatkan skala tertinggi sejak April 2018 dari $ 1,348.34.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus, diperdagangkan di divisi Comex New York Mercantile Exchange turun $ 16,80, atau 1,25%, pada $ 1,329.30 per ounce. Setelah sebelumnya mendekati harga tertinggi tahun ini di $ 1,352.55.

Kontrak emas Agustus telah naik hampir $ 70, atau hampir 5,5%, antara 28 Mei dan 7 Juni.

Terlepas dari penurunan harga emas, prospek jangka pendek untuk emas masih kuat karena perkiraan bahwa Fed harus memangkas suku bunga setelah data pekerjaan AS yang kurang dari bintang untuk Mei.

Ketua Fed Jerome Powell meyakinkan pasar pekan lalu bahwa bank sentral akan melakukan apa pun untuk melindungi ekonomi AS dari resesi akibat perang perdagangan dan juga mempertahankan rekor pertumbuhan hampir satu dekade.

 

Harga minyak mentah datar pada perdagangan pasar hari Selasa

Harga minyak mentah berjangka datar pada perdagangan pasar Asia di hari Selasa, setelah sebelumnya bergerak turun akibat meredanya kekhawatiran antara AS dan Meksiko.

Trump memutuskan untuk tidak melanjutkan dengan kenaikan tarif 5% -25% pada impor Meksiko.

Kurangnya komitmen oleh Rusia tentang berapa banyak produksi minyak mentah yang akan dipotong pada paruh kedua tahun ini membebani sentimen pasar pada beberapa waktu terakhir.

Minyak mentah antara West Texas Intermediate AS turun 63 sen, atau 1,26%, menjadi $ 53,36 per barel, berkonsolidasi setelah reli kenaikan hingga 4% pada minggu lalu.

Brent sebagai patokan global yang diperdagangkan di Inggris untuk minyak, turun $ 1, atau 1,58%, menjadi $ 62,29 per barel. Brent juga naik hampir 4% dalam dua sesi sebelumnya.

WTI telah diperdagangkan setinggi $ 54,84, dengan Brent mencapai puncaknya $ 64,10 sebelum akhirnya kembali melemah di awal minggu ini.

Ketika pertemuan OPEC yang sangat penting pada 25-26 Juni semakin dekat, Rusia, sekutu utama kartel untuk dapat mendukung harga minya belum menjelaskan rencana pengurangan produksi tahun ini.

Ke-14 anggota OPEC dan 10 sekutu non-anggotanya yang dipimpin oleh Rusia, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC + 10, berhasil mendorong harga minyak mentah lebih dari 40% tahun ini hingga akhir April melalui kesepakatan untuk bersama-sama memotong setidaknya 1,2 juta barel per hari selama periode enam bulan.

Namun, dalam empat minggu terakhir, minyak telah turun hingga 20% dari harga tertinggi April karena permintaan bahan bakar yang lemah sebelum musim panas, melonjaknya stok minyak mentah, dan kekhawatiran akan resesi global dari persaingan tarif dagang yang dilakukan oleh AS.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak yang mengatakan bahwa ada risiko besar kelebihan pasokan jika kesepakatan OPEC + 10 tidak diperpanjang untuk dapat memangkas persediaan global.

Rusia akan berusaha untuk mengantisipasi skenario terburuk jika harga minyak jatuh ke $ 30 per barel tanpa kesepakatan pemotongan produksi baru.

 

Language