Harga emas tidak banyak berubah menjelang pidato dari Ketua Fed hari ini

10 Jul

Harga emas tidak banyak berubah menjelang pidato dari Ketua Fed hari ini

Harga emas tidak banyak berubah menjelang pidato dari Ketua Fed hari ini

Emas berjangka tidak berubah pada perdagangan hari Rabu menjelang pidato Ketua Fed yang akan menunjukkan proyeksi lanjutan mengenai laju percepatan suku bunga Fed.

Dorongan untuk safe-haven Emas terbantu oleh bank regional the Fed Boston yang mungkin akan membahasa pelonggaran kuantitatif pada kebijakan moneter.

Spot gold, mencerminkan perdagangan dalam bullion, diperdagangkan pada $ 1,398.46 per ounce, naik tipis $ 3,20, atau 0,2% pada perdagangan hari ini. Mendekati harga tertingginya di $ 1,400.04. Emas berjangka untuk pengiriman Agustus, diperdagangkan di divisi Comex New York Mercantile Exchange, diperdagangkan 50 sen lebih tinggi pada $ 1.400,50 per ounce.

Bankir Fed lainnya yang akan berbicara minggu ini adalah Presiden Fed New York John William, Presiden Fed St Louis James Bullard, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, Wakil Ketua Fed untuk Pengawasan Randal Quarles, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin dan Minneapolis Presiden Fed Neel Kashkari.

Sementara Powell tidak menyentuh kebijakan moneter dalam pidato hari sebelumnya, ia hampir pasti akan mengklarifikasi pandangannya saat ini ketika ia akan melajutkan pertemuan pada hari Rabu.

Laporan terbaru Komitmen Pedagang Komisi Perdagangan AS – dirilis pada hari Senin (sehari lebih lambat dari biasanya karena liburan 4 Juli) dan mencakup data melalui 2 Juli – menunjukkan bahwa posisi panjang dalam emas telah mencapai level tertinggi sejak September 2017 , jelang laporan pekerjaan AS.

 

Dolar tidak berubah pada perdagangan Rabu di tengah harapan pelonggaran kebijakan

Dolar AS tidak banyak berubah pada perdagangan hari Rabu di tengah harapan meredanya pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve pada pertemuan minggu ini, sementara kekhawatiran atas ketegangan perdagangan AS-China memotongl keuntungan pada aksi jual ekuitas di Wall Street.

Indeks dolar AS pada perdagangan pagi hari ini terpantau naik 0,2% menjadi 97,132.

Laporan pekerjaan yang optimis membantu greenback pada perdagangan, mengarahkan pedagang untuk merevisi asumsi mereka tentang seberapa banyak bank sentral mungkin menurunkan suku bunga.

The Fed mencatatkan laporan dari pertemuan kebijakan terakhir untuk pemangkasan yang diperkirakan akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin ketika bertemu pada akhir Juli.

Ketua Fed Jerome Powell akan memberikan pidato di hadapan Kongres pada minggu ini untuk kesaksiannya yang tengah tahunan, dengan topic utama mengenai pelonggaran kebijakan.

Dolar menguat terhadap Yen Jepang, dengan USD / JPY naik 0,1% menjadi 108,91. Euro jatuh dengan EUR / USD turun 0,1% menjadi 1,1203 dan USD / CAD naik 0,3% menjadi 1,3127. AUD / USD merosot 0,7% menjadi 0,6922.

Sementara itu GBP / USD mencapai harga terendah sebelum rebound sedikit untuk diperdagangkan turun 0,3% pada $ 1,2451, setelah penjualan ritel Inggris turun 1,6% dari tahun sebelumnya pada bulan Juni, menambah indikasi bahwa ekonomi Inggris mengalami pergerakan.

Sementara itu, risiko yang muncul dari Brexit garis keras tetap menjadi ancaman utama terhadap Poundsterling, mengingat bahwa kedua pihak yang berlomba menjadi Perdana Menteri sama-sama menunjukkan kesediaan mereka untuk mengambil risiko Brexit.

 

Minyak mentah berjangka menguat pada hari Rabu menjelang set data minyak AS

Harga minyak mentah berjangka lebih tinggi pada perdagangan hari Rabu, menjelang rilis set data minyak mingguan AS yang akan dirilis pada hari ini.

Minyak mentah antara West Texas Intermediate AS dan Brent AS naik di perdagangan pada perdagangan Rabu di tengah ekspektasi bahwa stok minyak mentah AS turun 3,6 juta barel untuk pekan yang berakhir tanggal 5 Juli, menambah penurunan  mingguan sebelumnya sebesar 1,1 juta barel.

Minyak mentah WTI naik 17 sen menjadi $ 57,83 per barel. Brent sebagai patokan untuk minyak di luar AS, naik 5 sen menjadi $ 64,16 per barel.

The American Petroleum Institute akan mengeluarkan snapshot tentang apa yang mungkin terjadi minggu lalu dalam penurunan minyak mentah dan produk lainnya.

Pasar bersiap untuk kemungkinan bahwa angka persediaan karena AMDAL akan rilis dibawah ekspektasi pasar. Para pedagang bertaruh pada penurunan minyak mentah 3 juta barel, tetapi angka terakhir yang masuk hanya sekitar sepertiga dari harapan tersebut.

Sementara dari berita politik, Iran mengancam untuk memulai kembali sentrifugal yang dinonaktifkan dan meningkatkan pengayaan uranium menjadi 20%, sebuah langkah yang semakin merusak perjanjian nuklir 2015 yang sempat dilonggarkan AS pada awal tahun.

Perselisihan perdagangan, yang mengancam permintaan global untuk minyak, tampaknya tertahan pada minggu ini. Negosiator dari AS dan China diperkirakan akan berbicara melalui telepon minggu ini sebagai persiapan untuk pertemuan lanjutan.

 

Language