Safe-haven Yen menguat di tengah dukungan pemotongan suku bunga Fed

11 Jul

Safe-haven Yen menguat di tengah dukungan pemotongan suku bunga Fed

Safe-haven Yen menguat di tengah dukungan pemotongan suku bunga Fed

Dolar AS diperdagangkan lebih rendah hampir terhadap seluruh mata uang utama lainnya setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan kesiapan Fed untuk memangkas suku bunga dalam menanggapi ketidakpastian atas prospek ekonomi AS.

Jerome Powell mengatakan bahwa ketidakpastian perdagangan sekarang ini semakin meningkat, melihat sektor bisnis dan pertanian AS yang lebih rendah menambah kekhawatiran terhadap perkembangan perdagangan. Investasi bisnis adalah salah satu komponen penting dari pertumbuhan ekonomi yang terus mengalami perlambatan dalam beberapa bulan terakhir.

Fed juga mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan telah dimoderasi dan mencatatkan ada resiko tingkat inflasi akan lebih rendah dari target bank sentral.

Pernyataan Ketua The Fed tersebut dianggap sebagai tanda bahwa Bank Sentral AS kemungkinan akan melakukan pemotongan 25 basis poin suku bunga untuk pertemuan 30-31 Juli.

Indeks dolar AS pada perdagangan hari ini memperpanjang sedikit kerugian yang didapat dari perdagangan sesi sebelumnya. Indeks Dolar AS diperdagangkan di 96,76 pada pagi hari ini.

Dolar melemah terhadap Yen Jepang, dengan USD / JPY turun 0,5% menjadi 108,09. Euro naik pada perdagangan dengan EUR / USD naik lebih dari 0,5% menjadi 1,1260 dan USD / CAD turun 0,3% menjadi 1,3127. AUD / USD pada pagi ini naik 0,3% menjadi 0,6958.

Sementara itu GBP / USD rebound pada diperdagangkan dengan naik 0,5% pada $ 1,2507, meskipun data ekonomi Inggris pada hari sebelumnya dirilis lebih rendah daripada harapan pasar.

 

Emas meningkat pada perdagangan terdorong kekhawatiran suku bunga Fed

Harga emas berjangka menguat pada perdagangan hari Kamis di tengah kekhawatiran mengenai pemotongan suku bunga AS yang meningkat setelah pidato dari Ketua Fed.

Pasar perdagangan emas memberikan reaksi dari kemungkinan penurunan suku bunga dengan mendorong harga emas hingga di atas $ 1.400 per ons pada pagi hari ini setelah pidato dari Powell tentang kondisi bisnis dan ekonomi kepada House Financial Services Committee.

Spot gold sebagai bentuk reflektif dari perdagangan bullion, diperdagangkan pada $ 1,413.65 per ounce, naik $ 13,15, atau 0,9%, Mendekati harga tertinggi sebelumnya pada $ 1,414.95.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus, diperdagangkan di divisi Comex New York Mercantile Exchange, naik $ 12, atau 0,9%, menjadi $ 1,412.50.

Kekhawatiran mengenai pemotongan suku bunga telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, mendorong logam kuning dari level $ 1.200 hingga ke $ 1.400. Pemotongan suku bunga akan melemahkan dolar AS dan meningkatkan emas.

Ketua The Fed telah berada di bawah tekanan luar biasa dari Presiden Donald Trump, yang telah mengancam akan memecatnya jika dia tidak mengesahkan penurunan suku bunga segera mungkin. Powell menyatakan bahwa dia tidak akan takut secara politis dan tidak akan mengundurkan diri meskipun Trump menuntutnya.

Investasi bisnis di seluruh Amerika Serikat baru-baru ini melambat karena ketidakpastian atas prospek ekonomi yang masih ada.

Bankir Fed lainnya yang akan berbicara minggu ini adalah Presiden Fed New York John Williams, Presiden Fed St Louis James Bullard, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, Wakil Ketua Fed untuk Pengawasan Randal Quarles, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin dan Minneapolis Presiden Fed Neel Kashkari.

 

Minyak mentah terus menguat pada perdagangan terdorong penurunan stok AS

Harga minyak mentah terus menguat pada perdagangan hari Kamis, terbantu oleh data pasokan minyak AS yang tercatat lebih rendah dari pekiraan pada minggu ini.

Minyak mentah West Texas Intermediate dan minyak Brent menguat hampir 4,5% pada perdagangan minggu ini setelah Administrasi Informasi Energi AS mengumumkan penurunan pasokan minyak mentah untuk pekan lalu yang sekitar tiga kali di atas ekspektasi pasar.

Di samping itu sentimen yang mendukung harga minyak adalah berita tentang produsen utama yang memulai evakuasi dan penghentian produksi di Meksiko menyusul prospek gangguan. Teluk Meksiko adalah tempat bagi 17% dari produksi minyak mentah AS yang mencapai sekitar 12 juta barel per hari.

Minyak mentah WTI mendapatkan kenaikan $ 2,60, atau 4,5%, pada $ 60,55 per barel. Menembus harga tertinggi mingguan sebelumnya di $ 60,53. Brent sebagai patokan untuk minyak di luar AS, tercatat naik $ 2,85, atau 4,4%, pada $ 67,01.

WTI naik sekitar 33% tahun ini, dengan Brent naik 24,6%. Laporan Pengukur Bahan Bakar Harian Asosiasi Otomotif Amerika menunjukkan harga rata-rata nasional bensin pada $ 2,75, naik sedikit pada data mingguan dan 21,4% pada data tahunan.

EIA mengatakan dalam laporan mingguan regulernya bahwa persediaan minyak mentah turun 9,5 juta barel dalam sepekan hingga 5 Juli, dibandingkan perkiraan untuk penurunan 3,08 juta barel. Pada minggu sebelumnya, ia melaporkan penurunan stok minyak mentah 1,09 juta barel berbandingkan dengan ekspektasi untuk penurunan lebih dari 3 juta.

Laporan EIA terbaru juga menunjukkan bahwa persediaan bensin turun 1,5 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi untuk penurunan 1,30 juta barel. Stok sulingan naik 3,7 juta barel, dibandingkan dengan perkiraan untuk kenaikan 0,74 juta.

Ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan China telah menimbulkan kekhawatiran tentang melemahnya permintaan, pasar menunggu set data ekonomi yang dapat menunjukkan perubahan pada tingkat konsumsi AS.

 

Language