Kekhawatiran perdagangan AS-China menekan Dolar ke posisi terendah mingguan pada hari Selasa

06 Aug

Kekhawatiran perdagangan AS-China menekan Dolar ke posisi terendah mingguan pada hari Selasa

Kekhawatiran perdagangan AS-China menekan Dolar ke posisi terendah mingguan pada hari Selasa

Dolar AS jatuh ke level terendah mingguan setelah data makro ekonomi AS yang lebih lemah, sementara ketegangan perdagangan antara AS dan China mendorong aksi jual yuan Tiongkok.

Indeks dolar AS sejak pembukaan perdagangan minggu ini telah mengalami penurunan hingga sebesar 0,6% menjadi 97,308.

Pertumbuhan di sektor jasa turun ke level terlemah sejak Agustus 2016, dengan kekhawatiran perdagangan yang terus membebani pesanan bisnis, survei non-manufaktur ISM juga menunjukkan pelemahan.

Greenback juga mendapatkan pelemahan dari ketegangan perdagangan dengan China, karena pemerintah China meminta perusahaan milik negara untuk berhenti membeli barang-barang pertanian Amerika. Langkah ini dianggap sebagai pembalasan kepada Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengancam tarif baru pada semua barang China.

Yuan China jatuh ke level terendah tahun ini di bawah 7 Dolar, Safe-haven yen Jepang lebih tinggi, dengan USD / JPY jatuh 0,5% menjadi 106,12.

Euro naik karena pelemahan pada greenback, dengan EUR / USD naik 0,8% menjadi 1,1229. Sterling naik tipis karena data PMI optimis di awal sesi, dengan GBP / USD naik 0,1% menjadi 1,2158. Di tempat lain, USD / CAD turun 0,1% menjadi 1,3194.

 

Harga emas stabil pada perdagangan hari Selasa mengambil kenaikan dari penurunan Dolar

Harga emas berjangka stabil pada perdagangan hari Selasa, masih bertahan menguat dari keuntungan akibat penurunan suku bunga AS minggu lalu. Devaluasi mata uang China juga membantuk mempertahankan kenaikan pada emas.

Emas mencapai harga tertinggi tahunan setelah kekhawatiran perdagangan antara China dan AS dalam perang dagang mereka yang terus meningkat menyebabkan meningkatnya permintaan safe-haven.

Spot gold yang mencerminkan perdagangan emas batangan, diperdagangkan pada $ 1,465.24 per ounce, naik $ 24,25, atau 1,7%, karena China membiarkan yuan jatuh ke level terlemah dalam satu dekade terhadap dolar untuk menyikapi rencana presiden AS yang akan mengenakan tarif baru.

China melakukan devaluasi mata uang dengan memerintahkan perusahaan-perusahaan milik negara untuk menangguhkan impor produk pertanian AS. Spot gold sebelumnya naik menjadi $ 1,469.74.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember, diperdagangkan di divisi Comex New York Mercantile Exchange, terpantau naik $ 19, atau 1,3%, pada $ 1,476.50. Ini melonjak ke $ 1,481.75.

Tingkat permintaan emas menguat karena penghindaran risiko yang menghantam pasar perdagangan, dengan uang berjatuhan dari saham dan masuk ke obligasi.

Imbal hasil pada imbal hasil Treasury 10-Tahun jatuh sekitar 6,1% menjadi 1,741%, lebih lanjut ditekan oleh penurunan tak terduga dalam Insutitue untuk layanan Manajemen Supply PMI pagi ini. Emas yang tidak menghasilkan menjadi lebih menarik bagi investor karena hasil obligasi jatuh.

Harga emas pada minggu lalu mencapai posisi terendah setelah kekecewaan atas penurunan suku bunga AS yang tidak memadai. Analis mengharapkan Federal Reserve mengumumkan serangkaian penurunan suku bunga untuk melindungi ekonomi AS dari perlambatan.

 

Devaluasi mata uang China mendorong harga minyak mentah untuk menguat pada Selasa

Harga minyak mentah berjangka menguat pada perdagangan pasar Asia di hari Selasa setelah devaluasi yang terjadi pada mata uang China sebagai tanda balasan terhadap tarif dagang baru dari AS.

Pada hari sebelumnya minyak mentah Brent jatuh di bawah $ 60, karena China membiarkan Yuan jatuh ke level terlemah dalam satu dekade terhadap Dolar. Tindakan China tersebut merupakan pembalasan rencana Trump untuk memberlakukan tarif 10% mulai September pada impor China yang sebelumnya tidak dicairkan sebesar $ 300 miliar.

Pemerintahan Xi Jinping menambah devaluasi dengan memerintahkan perusahaan-perusahaan milik negara untuk menangguhkan impor produk pertanian AS.

Minyak mentah West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York turun 97 sen, atau 1,7%, menjadi $ 54,69 per barel. Minyak mentah Brent yang diperdagangkan di London sebagai patokan untuk minyak di luar AS, turun $ 2,05, atau 3,3%, menjadi $ 59,84.

WTI kehilangan 8% mencatatkan penurunan harian terbesar, tepat setelah Trump mengatakan tentang rencana tarif barunya untuk China.

Harga minyak sedikit lebih kuat terdukung oleh ketegangan baru yang melibatkan Iran yang seharusnya membantu minyak mentah memenuhi tawaran dari meningkatnya risiko pasokan.

Pada harga saat ini, WTI masih naik hampir 21% pada tingkat tahunan. Sementara Brent naik 11%.

Sejak Minggu, Iran telah dituduh merebut sebuah kapal tanker minyak Irak di Teluk Persia, karena tuduhan penyelundupan bahan bakar. Itu merupakan kasus perebutan kapal tanker ketiga dalam beberapa pekan terakhir, meningkatkan kekhawatiran bahwa pasokan minyak dari wilayah terpenting pasar global dapat terganggu.

 

Language