Emas terus menguat terdorong resiko persaingan dagang AS dan China

07 Aug

Emas terus menguat terdorong resiko persaingan dagang AS dan China

Emas terus menguat terdorong resiko persaingan dagang AS dan China

Harga emas berjangka terus meningkat pada perdagangan Rabu, mendapatkan dorongan dari resiko perdagangan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Spot gold yang mencerminkan perdagangan dalam emas batangan, diperdagangkan pada $ 1,471.61 per ounce, naik $ 7,72, atau 0,5%, karena China membiarkan Yuan jatuh ke level terlemah terhadap Dolar untuk membalas rencana presiden AS untuk memaksakan tarif 10% untuk impor China yang sebelumnya belum dibayar senilai $ 300 miliar.

Bullion telah naik 2,1% sejak awal minggu ini mencapai $ 1,474,99 harga tertinggi terbaru minggu ini.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember, diperdagangkan di divisi Comex New York Mercantile Exchange, naik $ 7,70, atau 0,5%, pada $ 1,484.20. Ini melonjak ke $ 1,486.75 harga puncaknya sejak Agustus 2013. Emas pengiriman Desember telah rally sejak 1,8% pada mingguan, naik 3,2% bulan ini.

Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif 10% pada impor China senilai $ 300 miliar mulai 1 September menunjukkan bahwa kedua belah pihak dalam konflik perdagangan mengambil kebijakan yang lebih tegas, mengurangi kemungkinan resolusi dalam waktu dekat.

Di lain tempat suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang bagi para pemegang non-yield bullion. Untuk lebih dari $ 1 triliun obligasi sekarang menghasilkan suku bunga negatif, setiap langkah lebih jauh ke bawah hanya meningkatkan daya tarik relatif emas.

 

Dolar stabil  pada perdagangan Rabu membalik penurunan dari pasar semalam

Dolar AS stabil setelah pelemahan hari sebelumnya membalik kerugiannya terhadap mata uang utama lainnya setelah pemerintahan China mengambil langkah untuk membatasi pelemahan dalam Yuan akibat dari persaingan dagangnya dengan AS.

Dolar kembali mendapatkan penguatannya dipimpin oleh rebound kenaikannya terhadap safe-haven yen dan franc Swiss, karena permintaan untuk safe haven berkurang setelah pembatasan penurunan Yuan.

Langkah ini dilakukan sehari setelah bank sentral China membiarkan Yuan berada di bawah harga 7 per dolar. Pedagang khawatir bahwa tindakan lebih lanjut untuk melemahkan Yuan akan berisiko tarif tambahan dikenakan oleh AS.

Indeks dolar AS pada perdagangan pagi hari ini terpantau naik 0,15% menjadi 97,63. USD / JPY naik 0,2% menjadi Y106.01 dan USD / CHF naik 0,41% menjadi 0,977.

Pasangan GBP / USD juga mendukung greenback setelah mundur dari sesi tinggi $ 1.216 untuk diperdagangkan pada $ 1.216, naik hanya 0,01%, di tengah meningkatnya kekhawatiran Inggris bisa meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan perdagangan.

Diplomat senior Uni Eropa dan Inggris dilaporkan melakukan pembicaraan dengan kesan bahwa Brexit yang tidak sepakat sekarang menjadi skenario utama Perdana Menteri New York Boris Johnson.

EUR / USD turun 0,07% menjadi $ 1,1215, sementara USD / CAD menambahkan 0,15% menjadi C $ 1,329 karena mata uang Kanada berada di bawah tekanan di tengah jatuhnya harga minyak di tengah kekhawatiran perdagangan AS-China akan menekan permintaan minyak.

 

Harga minyak naik tipis pada pasar Asia terdorong embargo ekonomi AS

Harga minyak mentah naik tipis pada perdagangan pasar Asia setelah President Trump memberikan tindakan terhadap negara Amerika Selatan mengenai embargo ekonomi.

Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah untuk mendeklarasikan embargo ekonomi total terhadap Venezuela, membekukan semua aset pemerintah dan melarang transaksi dengan negara, kecuali dikecualikan secara khusus.

AS mengumumkan pengakuannya atas Juan Guaido, kepala majelis nasional Venezuela, sebagai pemimpin sah negara itu. Meskipun lebih dari 50 negara di seluruh dunia masih mendukung Maduro.

Sanksi internasional telah meningkatkan tekanan terhadap Venezuela, yang krisis ekonominya membuat produksi minyak negara itu tahun lalu hampir berkurang setengahnya.

Minyak mentah West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York naik tipis $ 1,06, atau 0,9%, menjadi $ 53,60 per barel. Naik sebanyak 73 sen dari sesi sebelumnya. Minyak mentah Brent yang diperdagangkan di London, patokan untuk minyak di luar AS masih berada di bawah $ 60 per barel. turun 68 sen, atau 1,1%, menjadi $ 59,13.

Sejak awal perdagangan minggu ini, WTI telah kehilangan 3,4% dan Brent 4,4% karena China mendevaluasi mata uangnya sebagai tanggapan atas rencana Trump untuk memberlakukan tariff 10% pada impor China yang sebelumnya tidak tersentuh senilai $ 300 miliar.

Pemerintahan Xi Jinping juga memerintahkan perusahaan milik negara untuk menangguhkan impor produk pertanian AS. Tetapi mata uang China yang rebound pada hari ini membantu pasar ekuitas dari aksi jual tajam sejak awal minggu ini.

Meskipun sentimen lemah, penurunan dalam minyak agak dibatasi oleh ekspektasi bahwa data mingguan AS akan menunjukkan penurunan berturut dalam stok minyak mentah AS.

Pasokan stok minyak mentah telah jatuh selama tujuh minggu terakhir berturut, menguras hampir 50 juta barel dari kepemilikan. Analis sekarang memperkirakan penarikan sekitar 2,8 juta barel pada data minggu ini.

 

Language