Emas masih stabil menguat meskipun di tengah minimnya data ekonomi pagi hari ini

09 Aug

Emas masih stabil menguat meskipun di tengah minimnya data ekonomi pagi hari ini

Emas masih stabil menguat meskipun di tengah minimnya data ekonomi pagi hari ini

Emas berjangka masih terus menguat pada perdagangan di tengah resiko dagang yang terus meningkat setelah rangkaian penurunan suku bunga dari bank sentral, memicu kenaikan emas ke harga tertinggi tahunan diatas $ 1.500 per ounce.

Spot gold yang mencerminkan perdagangan dalam bullion, diperdagangkan pada $ 1,506.49 per ounce, naik $ 34,35, atau 2,3%. Itu adalah harga tertinggi emas tahun 2013. Harga spot emas telah naik 4,6% pada minggu ini, 6,8% pada bulan ini dan hampir 17,5% pada tahun tersebut.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember, diperdagangkan di divisi Comex New York Mercantile Exchange, naik $ 35,40, atau 2,5%, pada $ 1.519,60. Harga melonjak ke $ 1.522,35. Emas untuk pengiriman Desember telah rally 4,2% pada minggu ini, 5,6% pada bulan ini dan hampir 15,7% pada tahun ini.

Harga emas terus mendapatkan dorongan sejak Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif 10% untuk impor China yang belum dibayar sebesar $ 300 miliar. Bank sentral China kemudian mendevaluasi Yuan sebagai pembalasan terhadap tarif yang baru direncanakan Trump, mengirim pasar emas yang sudah bullish untuk bergerak lebih tinggi lagi, karena investor menganggap logam kuning sebagai lindung nilai terhadap masalah ekonomi dan politik.

Pelonggaran kebijakan global juga telah mendorong imbal hasil obligasi lebih rendah, menurunkan biaya peluang dari memegang bullion yang tidak menghasilkan. Pada saat yang sama, peningkatan dalam ketegangan perdagangan antara AS dan China mendukung permintaan untuk logam mulia safe-haven.

 

Dolar AS datar pada perdagangan di tengah minimnya rilis data makro ekonomi

Dolar AS tidak banyak bergerak pada pasar perdagangan Asia di hari Kamis. Greenback sebelumnya rebound setelah presiden AS Donald Trump menegaskan kembali bahwa Federal Reserve tidak memangkas suku bunga dengan cukup cepat.

Indeks dolar AS pada perdagangan pagi hari ini terpantau turun 0,1% menjadi 97,335, setelah mencapai terendah harian di kisaran 97,178.

President Trump memberikan kritik mengenai tingkat suku bunga setelah tiga bank sentral negara lain memangkas suku bunga. Dalam komentarny Trump mengatakan bahwa Fed perlu untuk melakukan pemotongan lebih besar dan lebih cepat melihat perlambatan ekonomi global saat ini.

Bank sentral Selandia Baru secara tak terduga memangkas suku bunga acuan ke level terendah pada minggu ini, sementara bank sentral India dan Thailand juga memangkas suku bunga karena perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu ketegangan antara AS dan China terus membebani mata uang, karenanya pasar sekarang lebih tertarik ke emas dan aset safe haven lainnya. Harga emas mencapai tertinggi tahunan setelah People’s Bank of China menetapkan yuan China berada pada tingkat terendah untuk tahun ini.

Yen Jepang, yang dipandang sebagai safe-haven di tengah gejolak pasar, naik dengan USD / JPY turun 0,6% menjadi 106,21. Euro menguat, dengan EUR / USD naik 0,1% menjadi 1,1208, sementara GBP / USD tergelincir 0,1% menjadi 1,2166.

 

Harga minyak rebound meskipun data pasokan AS menunjukkan kenaikan minggu ini

Harga minyak mentah rebound pada perdagangan hari Kamis meskipun data pada sesi sebelumnya menunjukkan kenaikan mingguan pada data pasokan AS.

Administrasi Informasi Energi mengatakan dalam laporan mingguan regulernya bahwa persediaan minyak mentah naik 2,39 juta barel dalam sepekan terakhir hingga 2 Agustus lalu. Data yang dirilis berbeda jauh dengan harapan sebelumnya untuk penarikan stok 2,85 juta barel, setelah penurunan 8,5 juta barel pada minggu sebelumnya.

Laporan EIA juga menunjukkan bahwa persediaan bensin secara tak terduga melonjak sebesar 4,44 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi untuk penurunan 0,72 juta barel, sementara stok sulingan meningkat sebesar 1,53 juta barel, dibandingkan dengan perkiraan untuk kenaikan 0,48 juta barel.

Harga minyak memperpanjang penurunan tajam setelah laporan dengan harga minyak mentah AS merosot 3,8% menjadi $ 51,62 per barel, dibandingkan dengan $ 52,42 sebelum publikasi.

Minyak mentah berjangka yang diperdagangkan di London merosot 3,2% menjadi $ 57,03 per barel, dibandingkan dengan $ 57,62 pada saat sebelum rilis data.

Imbal hasil AS jatuh ke rekor terendah sementara ekuitas AS dijual karena kekhawatiran tentang dampak meningkatnya perang dagang China dan AS terhadap pertumbuhan ekonomi global dan ketika pembuat kebijakan di seluruh dunia berupaya memberikan dukungan.

Pelonggaran kebijakan global juga telah mendorong imbal hasil obligasi lebih rendah, memberikan dukungan pada harga komoditas.

 

Language