Dolar tidak banyak berubah pada pembukaan pasar Asia awal minggu ini

19 Aug

Dolar tidak banyak berubah pada pembukaan pasar Asia awal minggu ini

Dolar tidak banyak berubah pada pembukaan pasar Asia awal minggu ini

Dolar AS tidak banyak berubah terhadap mata uang utama lainnya pada pembukaan pasar Asia di hari Senin di tengah minimnya data makro ekonomi yang rilis pagi ini.

Pada minggu ini pasar akan melihat laporan dari Federal Reserve untuk memastikan kelanjutan kebijakan dari AS di tengah kemungkinan resesi yang terus meningkat setelah kurva imbal hasil Treasury berbalik menurun.

The Fed akan mengadakan pertemuan tahunannya di Jackson Hole akhir pekan ini, di mana Ketua Jerome Powell akan menyampaikan pidato yang akan diawasi oleh pasar. Bank sentral juga akan merilis minutes pertemuan Juli pada hari Rabu.

Dolar berakhir datar pada pekan lalu, membalik kenaikan sebelumnya setelah kekhawatiran terkait dengan ketegangan perdagangan dan penurunan suku bunga Federal Reserve membebani sentimen konsumen dan sebuah laporan bahwa Jerman mungkin mengalami defisit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara.

Sebelumnya Euro jatuh ke level terendah di 1,1067 di bawah level terendah tahunan di 1,1025 yang dicapai pada 1 Agustus. Penurunan disebabkan oleh meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa setelah Anggota dewan Olli Rehn menyarankan bahwa bank sentral dapat memulai kembali program pelonggaran kuantitatif dan terbuka untuk pembelian ekuitas.

Pound sementara itu ikut menguat, mencatat kenaikan harian terbesarnya terhadap euro dalam hampir lima bulan, karena kombinasi berita dan data ekonomi yang membaik membantu mendorong mata uang pada perdagangan.

Di lain tempat Dolar juga tertekan lebih rendah setelah data indeks sentimen konsumen Michigan yang jatuh ke 92,1 awal bulan ini, pembacaan terendah sejak Januari, dari 98,4 pada Juli.  Sentimen resiko tersebut datang menyusul kurva imbal hasil Treasury terbalik minggu ini, yang secara historis telah mendahului resesi AS.

Dolar naik 0,25% terhadap yen di 106,36, greenback telah naik 0,67% terhadap mata uang Jepang sejak perdagangan minggu lalu. Dolar menguat di 0,9782 franc Swiss, untuk kenaikan mingguan 0,6%.

 

Harga emas lebih rendah pada hari Senin membalik kenaikan akhir pekan

Harga emas berjangka lebih rendah pada perdagangan hari Senin, membalik kenaikan yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Hasil imbal AS mendorong emas pada akhir pekan lalu sebelum akhirnya kembali bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Spot gold, yang mencerminkan perdagangan dalam bullion, turun $ 7,49, atau 0,5% pada $ 1,515.70 per ounce.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember, diperdagangkan di divisi Comex New York Mercantile Exchange, turun $ 7,60, atau 0,5%, pada $ 1,509.25. Pada akhir pekan lalu emas spot naik 1,2%. Emas berjangka naik 1% mencatatkan keuntungan mingguan terakhir hampir 8%.

Emas turun pada perdagangan karena sentiment resiko yang kembali meningkat pada pasar setelah imbal hasil pada obligasi 10-tahun AS bergerak kembali di atas catatan 2-tahun, membalikkan inversi yang menurut sejumlah ekonom ditandai resesi yang tertunda.

Imbal hasil utang negara secara umum, seperti obligasi Treasury AS juga bergerak menjauh dari posisi terendah sebelumnya, menempatkan sedikit tekanan pada bullion yang tidak menghasilkan.

Sejak awal Agustus, emas telah naik lebih dari 6%, atau hampir $ 90, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dan pembelian berkelanjutan oleh bank sentral menanggapi serangkaian data ekonomi yang mengecewakan secara global.

Dukungan spekulatif yang dipinjamkan oleh dana lindung nilai dan pembelian emas secara tidak langsung melalui dana yang diperdagangkan di bursa telah menjadi pendorong utama dari reli tersebut.

 

Minyak bergerak menguat mengambil keuntungan dari hasi inverse obligasi AS

Minyak berjangka menguat pada perdagangan awal minggu ini, mengambil keuntungan dari berbaliknya imbal hasil obligasi AS pada akhir pekan lalu.

Minyak mentah West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York naik 0,7% pada $ 54,87 per barel. Minyak mentah Brent yang diperdagangkan di London naik hanya 0,2%. Benchmark untuk minyak di luar AS juga tetap di bawah level $ 60 per barel, pada $ 58,64.

Pasar minyak terus bergerak dalam salah satu periode volatilitas terburuknya karena sesekali berita positif tentang minyak mentah dihadapkan dengan ancaman perang perdagangan, data ekonomi yang suram, dan inversi hasil obligasi AS, yang menandakan resesi.

Meskipun optimisme seputar harga meningkat, OPEC mengatakan selanjutkan akan kembali mempertimbagkan surplus pasokan karena meningkatnya produksi,

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak pada 2019 sebesar 40.000 barel karena tekanan yang diperkirakan dari perlambatan ekonomi global.

 

Language