Harga emas terus merendah tertekan oleh rally kenaikan greenback

20 Aug

Harga emas terus merendah tertekan oleh rally kenaikan greenback

Harga emas terus merendah tertekan oleh rally kenaikan greenback

Harga emas berjangka lebih rendah pada perdagangan pasar Asia di hari Selasa tertekan oleh rally kenaikan pada greenback yang terjadi dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Pasar emas pada minggu ini akan memantau ketat pertemuan dari Federal Reserve pada akhir pekan ini yang diharapkan dapat membawa pembaruan untuk kebijakan ekonomi selanjutnya dari AS. Harga emas mungkin akan kembali menguat jika spekulasi penurunan suku bunga AS meningkat.

Sementara pidato Ketua Fed Jerome Powell akan menjadi sorotan dari pertemuan tersebut, dimana pembaruan pandangan Fed mengenai tingkat suku bunga dan program stimulus secara signifikan mempengaruhi resiko perdagangan untuk emas.

Selain itu The Fed pada minggu ini juga akan menerbitkan minutes pertemuan 30-31 Juli. Pertemuan berakhir dengan Komite Pasar Terbuka Federal, badan penetapan suku bunga Fed yang memangkas suku bunga dana federal untuk pertama kalinya dalam satu dekade.

Sementara di lain tempat ECB membiarkan suku bunga tidak berubah bulan lalu, ECB menyesuaikan panduan ke depan untuk menunjukkan bahwa suku bunga bisa lebih rendah yang berarti dapat dilakukan pemotongan untuk September. Hal ini juga merujuk pada pelonggaran kuantitatif.

Spot gold yang mencerminkan perdagangan dalam bullion, turun $ 15,22, atau 1%, pada $ 1,498.32 per ounce, memperpanjang kerugian 0,8% pada pekan lalu.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember, diperdagangkan di divisi Comex New York Mercantile Exchange, turun $ 12, atau 0,8%, pada $ 1.511,60. Pada awal minggu ini harga emas berjangka turun 0,5% dari penutupan minggu lalu. Penurunan terjadi karena sebagian besar saham global lebih tinggi.

 

Dolar mendekati harga tertinggi pada hari Selasa terdorong rebound Treasury AS

Dolar AS bergerak mendekati harga tertinggi mingguan terhadap mata uang utama lainnya pada perdagangan hari Selasa karena imbal hasil keuangan AS rebound dari posisi terendah di tengah harapan bahwa kebijakan ekonomi Fed dapat membantu menopang ekonomi AS.

Indeks dolar AS pada perdagangan menetap di 98,05, tidak jauh dari harga tertinggi mingguan di 98,20 yang dicapai pada perdagangan pekan lalu.

Imbal hasil Treasury AS dirilis pada 1,57%, setelah rebound dari tingkat terendah tahunan di 1,47% yang ditandai pekan lalu di tengah kekhawatiran perlambatan global. Penurunan pada kurva Treasury sering dianggap sebagai sinyal resesi yang menempatkan pertimbangan tingkat suku bunga Federal Reserve.

Pada minggu ini pasar juga akan memantau ketat pidato dari ketua Fed Jerome Powell pada pertemuan tahunan para gubernur bank sentral di Jackson Hole, Wyoming.

Powell mengatakan setelah The Fed menurunkan suku bunga pada bulan Juli bahwa pelonggaran bukanlah awal dari serangkaian pemotongan. Tetapi ekspektasi pasar bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi pada pertemuan kebijakan berikutnya di bulan September telah meningkat.

Euro stabil di 1,1092 sementara pound Inggris naik 0,15% menjadi 1,2166. Dolar sedikit berubah terhadap yen di 106,56.

 

Harga minyak mentah terus naik mengambil keuntungan dari kekhawatiran dagang

Harga minyak mentah berjangka terus menguat dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Minyak mentah mendapatkan dorongan dari kekhawatiran perdagangan yang terjadi antara AS dan China.

Laporan gangguan pasokan di Saudi juga sedikit banyak memberikan dorongan pada harga. Tetapi sentimen pendorong yang besar untuk minggu ini adalah pertemuan tahunan Fed di Jackson Hole pada akhir pekan ini.

Minyak mentah West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York naik $ 1,23, atau 2,2%, menjadi $ 56,13 per barel. Minyak mentah Brent yang diperdagangkan di London naik $ 1,01, atau 1,7%. Tetapi tolok ukur untuk minyak di luar AS tetap di bawah angka kunci $ 60 per barel, menetap di $ 59,65.

Meskipun ada tekanan pada WTI, patokan minyak mentah AS secara konsisten diperdagangkan dengan lebih rendah berbandingan dengan Brent sebagai patokan global.

Kenaikan masih terbatas menyusul data Baker Hughes yang dirilis juga menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan energi AS meningkatkan jumlah rig minyak yang beroperasi untuk pertama kalinya dalam tujuh minggu, meskipun ada rencana oleh sebagian besar produsen untuk memotong pengeluaran untuk pengeboran tahun ini.

Language