Poundsterling anjlok menyusul kekhawatiran Brexit tanpa kesepakatan

09 Oct

Poundsterling anjlok menyusul kekhawatiran Brexit tanpa kesepakatan

Poundsterling anjlok menyusul kekhawatiran Brexit tanpa kesepakatan

Poundsterling diperdagangkan lebih rendah terhadap Dolar pada hari Rabu tertekan oleh kekhwatiran yang meningkat setelah Inggris menyalahkan Kanselir Jerman Angela Merkel mengenai kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan.

GBP / USD jatuh 0,7% ke level terendah satu bulan di 1,2216, sementara EUR / GBP melonjak 0,6% menjadi 0,8974.

Kanselir Angela Merkel mengatakan kepada Perdana Menteri Boris Johnson bahwa Irlandia Utara harus tetap menjadi bagian dari serikat pabean Uni Eropa dalam kesepakatan apa pun, yang membuka jalan bagi Brexit tanpa kesepakatan. Komentar terakhir telah meningkatkan ketegangan antara keduanya menjelang pertemuan depan dan mengurangi kemungkinan kesepakatan tercapai.

Uni Eropa bersikeras bahwa ada terobosan yang bias dicapai menyikapi isu perbatasan Irlandia tanpa pemeriksaan tambahan dan bahwa Irlandia Utara tetap berada di serikat pabean sampai solusi alternatif ditemukan.

Pada perdagangan hari ini pasangan EUR / USD beringsut turun 0,1% ke 1,0970.

Di tempat lain, indeks dolar AS yang menjadi acuan nilai tukar greenback terhadap mata uang utama lainnya, stabil menetap pada kisaran 98,808.

Yen Jepang, yang dipandang sebagai tempat yang aman di saat gejolak pasar, naik, dengan USD / JPY bergerak turun sekitar 0,3% menjadi 107,12.

 

Emas berjangka lebih tinggi pada perdagangan terdorong kekhawatiran geopolitik

Harga emas berjangka lebih tinggi pada perdagangan pasar Asia hari Rabu, terdorong oleh kekhawatiran dari kondisi geopolitik yang memburuk dalam beberapa hari terakhir.

Perdagangan emas masih menunggu apakah kesepakatan perdagangan antara China dan Amerika Serikat akan terwujud, karena negosiasi yang akan dimulai pada hari Kamis tampak siap untuk dihancurkan lagi melihat sikap agresif dari AS.

Sebuah laporan South China Morning Post mengatakan China telah menurunkan harapan menjelang pembicaraan perdagangan antara kedua negara yang akan dilanjutkan pada hari Kamis setelah mandek sejak Mei.

China juga mengisyaratkan akan membalas kebijakan AS setelah pemerintahan Trump menempatkan delapan raksasa teknologi negara itu dalam daftar hitam atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim.

Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember bertahan pada kisaran $ 1.500,00 per ounce karena pembicaraan Brexit yang mengarah pada kebuntuan kesepakatan meningkatkan resiko dari perdagangan.

Lonjakan harga terjadi setelah setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson gagal membujuk Kanselir Jerman Angela Merkel untuk menghindari pemeriksaan perbatasan di Irlandia.

Pada pagi hari ini emas untuk pengiriman Desember naik $ 4,20, atau 0,3%, menjadi $ 1,508.60. Sementara Spot gold, yang mencerminkan perdagangan dalam bullion, naik $ 9,92, atau 0,7%, menjadi $ 1,503,18.

Kekhawatiran geopolitik juga meningkat menyusul peluang penurunan suku bunga AS ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bertemu pada 29-30 Oktober tampaknya meningkat setelah harga produsen turun ke tingkat terendahnya, meninggalkan tingkat inflasi tahunan sebesar 1,4%, terendah sejak 2016.

 

Harga minyak meningkat pada hari Rabu menjelang data mingguan pasokan AS

Harga minyak berjangka lebih tinggi pada perdagangan hari Rabu, menjelang rilis pasokan minyak mingguan AS pada malam hari nanti.

Kenaikan pada harga minyak terbatas menyusul ketidakpastian kesepakatan antara AS dan China yang akan melanjutkan pembicaraan perdagangan pada hari Kamis ini. Harga minyak mentah sempat menurun setelah laporan tindakan AS yang lebih agresif terhadap China, bahkan ketika Federal Reserve mengindikasikan aksi pelonggaran yang dapat membantu komoditas.

Minyak mentah antara West Texas Intermediate AS turun 12 sen menjadi $ 52,62 per barel. Minyak Brent ditutup turun 11 sen menjadi $ 58,24.

Harga minyak mentah turun hampir 1% di sesi sebelumnya. Sebuah laporan South China Morning Post mengatakan China telah menurunkan harapan menjelang pembicaraan perdagangan antara kedua negara yang akan dilanjutkan pada hari Kamis setelah mandek sejak Mei.

China juga mengisyaratkan akan membalas kebijakan AS setelah pemerintahan Trump menempatkan delapan raksasa teknologi negara itu dalam daftar hitam atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim.

Pada awal perdagangan pagi ini, minyak mengurangi sebagian besar kerugiannya setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral akan melanjutkan pembelian sekuritas Treasury dalam upaya untuk menghindari terulangnya gejolak pada pasar mata uang.

Permintaan minyak mentah juga tampaknya menjadi masalah dengan Administrasi Informasi Energi AS memotong pertumbuhan permintaan minyak dunia tahun ini sebesar 50.000 barel per hari dan proyeksi 2020 sebesar 100.000 barel per hari.

EIA juga memproyeksikan produksi minyak mentah AS naik 1,27 juta barel per hari menjadi

Language