Dolar lebih kuat pada pasar Asia terdorong optimisme data ekonomi AS

25 Oct

Dolar lebih kuat pada pasar Asia terdorong optimisme data ekonomi AS

Dolar lebih kuat pada pasar Asia terdorong optimisme data ekonomi AS

Dolar manufaktur AS yang lebih kuat mendorong Dolar AS lebih tinggi pada perdagangan hari Jumat, sementara Sterling terus merosot di tengah ketidakpastian Brexit.

Pada perdagangan hari ini, Indeks dolar AS yang menjadi acuan perdagangan Dolar terhadap mata uang utama lainnya, naik 0,2% menjadi 97,407.

Greenback didorong setelah indeks manajer pembelian Markit datang lebih tinggi dari yang diharapkan, di 51,5 dibandingkan dengan 51,1 pada bulan sebelumnya. Namun, kelemahan dalam ekonomi tetap menjadi perhatian karena pesanan baru untuk barang modal utama turun lebih dari yang diperkirakan pada bulan September. Sektor ini telah dilanda ketidakpastian atas sengketa perdagangan selama setahun terakhir antara AS dan China.

Data lain pada minggu ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap stabil meskipun ada tanda-tanda lain kelemahan dalam perekonomian. Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran secara tak terduga turun pekan lalu menjadi 212.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 19 Oktober.

Namun, data tersebut mengkonfirmasi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas biaya pinjaman untuk ketiga kalinya tahun ini ketika pembuat kebijakan bertemu minggu depan. Presiden AS Donald Trump telah mendorong penurunan suku bunga lebih banyak lagi, merujuk pada penurunan suku bunga di bank sentral lain di seluruh dunia.

Sterling menurun karena persepsi kemungkinan pemilihan sebelum Desember.

Anggota parlemen Inggris pada dasarnya akan memberikan suara untuk kesepakatan Brexit di minggu ini, yang mendorong jadwal Perdana Menteri Boris Johnson untuk dapat melewati kesepakatan Brexit dalam tiga hari, menyebabkan Johnson mendorong pemilihan umum.

GBP / USD merosot 0,5% menjadi 1,2851 sementara EUR / USD turun 0,2% menjadi 1,1107. Safe haven yen Jepang naik tipis, dengan USD / JPY jatuh 0,1% menjadi 108,54.

 

Emas mempertahankan kenaikan di tengah ekspektasi penurunan suku bunga AS

Emas berjangka berhasil mempertahankan kenaikannya pada perdagangan hari Jumat, di tengah ekspektasi penurunan suku bunga AS yang diperkirakan pada minggu depan.

Harga pengiriman emas AS untuk bulan Desember naik $ 9, atau 0,6%, menjadi $ 1,504,70 per ounce. Dalam perdagangan pagi hari ini terpantau naik $ 10,35, atau 0,7%, pada $ 1,506,05.

Spot gold, yang melacak perdagangan langsung dalam bullion, naik $ 11,42, atau 0,8%, pada $ 1,503,38.

Pada minggu ini emas berhasil bertahan di atas harga $ 1.500 sejak 10 Oktober dan terjadi karena penurunan suku bunga semalam menggarisbawahi tren global penurunan suku bunga. Keputusan kebijakan 29-30 Oktober oleh bank sentral AS kemungkinan akan menghasilkan pelonggaran pada kuartal ketiga.

Kemerosotan dalam aktivitas manufaktur Jepang, yang turun pada tingkat tercepat dalam tiga tahun juga menekan harga emas. Data manufaktur juga tetap dekat stagnan di zona Eropa, menurut survei oleh IHS Markit. PMI AS menentang ekspektasi untuk penurunan dan naik secara fraksional, tetapi itu tidak menghentikan emas menambah kenaikannya seiring pagi berjalan.

Dari kawasan Eropa, Mario Draghi yang mencetuskan kebijakan suku bunga negatifnya telah melakukan banyak hal untuk mendorong emas tahun ini, pensiun sebagai Presiden Bank Sentral Eropa setelah masa jabatan delapan tahun, menyerahkan kepada mantan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, yang mengatakan dia ingin tinjauan strategis kebijakan ECB sebelum memutuskan tindakan selanjutnya.

 

Minyak mentah diperdagangkan lebih rendah membalik kenaikan pada minggu ini

Harga minyak turun pada hari Jumat di pasar Asia setelah naik dari sesi sebelumnya di tengah kejutan penurunan stok minyak mentah AS.

Minyak Mentah AS WTI Futures kehilangan 0,6% menjadi $ 55,91 sebelumnya WIT naik lebih dari 0,5% semalam dan mencapai $ 56,49 yang merupakan harga tertinggi sejak 30 September.

International Brent Oil Futures juga turun 0,6% menjadi $ 61,36. Setelah mencapai $ 61,89 semalam, Brent juga mencatatkan harga puncaknya sejak 30 September.

Rally harga minyak minggu ini didorong oleh data yang menunjukkan persediaan AS turun 1,7 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 2,2 juta barel.

Laporan pada minggu ini juga membantu rally minyak, kemungkinan bahwa para peserta pada pertemuan OPEC yang ditetapkan untuk Desember dapat mempertimbangkan pemotongan lebih dalam dari pemotongan 1,2 juta barel per hari yang disepakati oleh kartel dan sekutu utamanya Rusia hampir mencapai tahun yang lalu.

Language