Poundsterling masih terus melemah tertekah kekhawatiran Brexit

27 Nov

Poundsterling masih terus melemah tertekah kekhawatiran Brexit

Poundsterling terkoreksi tajam setelah Parlemen Inggris menolak penetapan jadwal keluarnya Inggris dari pasar tunggal Eropa. Penolakan ini dilakukan melalui voting dengan perbandingan 322 melawan 308. Meski demikian setidaknya parlemen sudah menyetujui akan rancangan Brexit yang akan diajukan kepada Uni Eropa yang juga dilakukan dengan voting perbandingan 329 melawan 299. Jadi meskipun terjadi penundaan namun pada dasarnya rancangan Brexit sudah disetujui sehingga keluarnya Inggris dari kawasan ekonomi Eropa tidak akan berakhir dengan no deal. Pihak Uni Eropa juga sepertinya akan mengabulkan perpanjangan waktu 3 bulan berikutnya hingga 31 Januari 2020 mendatang. Namun ada yang menyarankan perpanjangan yang lebih flexible, jika sudah tercapai kesepkatan sebelum 31 Januari 2020, maka bisa segera diputuskan berakhirnya perundingan Brexit ini.  Meski demikian PM johnson masih bersikeras akan menyelesaikan 31 Oktober ini dan tidak akan meneruskan perundingan setelah itu meskipun sudah mengirimkan surat permintaan perpanjangan sesuai dengan permintaan Parlemen Inggris. Perpajangan waktu dianggap akan menambah ketidakpastian politik dan ekonomi di kawasan tersebut.

Euro bergerak turun seiring dengan penguatan dolar dan menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan diumumkan besok. Tidak diharapkan akan kebijakan moneter baru namun lebih ditekankan akan memperjelas kebijakan moneter yang sudah diambil pada pertemuan moneter sebelumnya.

Dolar bergerak menguat terhadap mata uang lainnya setelah data sektor manufaktur domestik AS menunjukkan resistensi terhadap pelambatan ekonomi. Laporan indeks manufaktur di negara bagian Richmond menunjukkan kenaikan yang signifikan +8 dari perkiraan hanya naik sedikit -7 dari periode sebelumnya -9, ini merupakan kenaikan terbaik dalam 7 bulan terakhir atau sejak Februari lalu. Sementara itu menurunnya optimisme atas Brexit ikut mendorong penguatan dolar ini. Ketegangan akibat erang dagang juga sudah tidak terlalu berpengaruh dipasar sejak Washington tidak terburu-buru untuk menyelesaikan perundingan dagang dengan China sebagai mitra dagangnya. Harapan akan dihentikannya pengenaan kenaikan tarif impor oleh AS akan meredakan perang dagang yang sudah berlangsung lebih dari 15 bulan terakhir ini. Wakil Menteri Luar Negeri China – Le Yucheng kemarin mengatakan banyak kemajuan dalam diskusi perundingan dengan AS dengan saling menghormati dan belum ada kendala yang berarti untuk mencapai kesepakatan bersama. Malam ini akan dirilis data terpenting yaitu Durable Goods Order atau pesanan barang-barang untuk produksi di AS. DIperkirakan angkanya menurun seiring dengan melambatnya perekonomian.

 

Language