Dolar lebih kuat di pasar Asia setelah serangan udara Iran terhadap AS

08 Jan

Dolar lebih kuat di pasar Asia setelah serangan udara Iran terhadap AS

Dolar kembali menguat terhadap terhadap mata uang lainnya setelah pagi ini Iran menyerang setidaknya 2 kawasan perumahan militer AS di Irak dengan sejumlah misil balistiknya. Masih belum ada lapor berapa jumlah korban dan kerusakan yang dialami pihak AS. Serangan ini merupakan balasan atas terbunuhnya pimpinan militer Iran Jenderal Qasim Soleimani oleh AS beberapa hari yang lalu. Ketegangan geopolitik antara AS dan Teheran menjadi ancaman geopolitik terbaru di kawasan Timur Tengah. Meski sebenarnya ketegangan kedua negara ini sudah terjadi sejak AS keluar dari kesepakatan nuklir yang dibuat pada pemerintahan Presiden Obama tidak lama setelah Presdien Trump menggantikannya. Kesepakatan nuklir 2015 tersebut menghilang sangsi yang sudah membuat ekonomi Iran lumpuh dan memangkas ekspor minyak hingga hampir separuh. Dengan memberikan keleluasaan pengawasa internasional untuk memantau program nuklirnya. Setelah keluar dari kesepakatan tersebut pada 2018 lalu, Presiden Trump kembali mengenakan sangsi tersebut sehingga pihak Iran juga kembali mengabaikan pembatasan pengayaan kandungan uranium pada program nuklirnya sesuai dengan perjanjian tahun 2015 tersebut. Pihak Iran menyatakan akan kembali membatasi pengayaan uranium program nuklirnya jika AS membatalkan sangsi tersebut. JIka perseteruan antara AS dengan Iran semakin memanas membuat faktor resiko geopolitk semakin meningkat dan investor akan mengalihkan aset-asetnya pada safe haven termasuk dolar. Menghapus pengaruh dari fundamental domestik AS yang membaik, defisit neraca perdagangan yang semakin berkurang dan PMI sektor non-manufaktur yang terus meningkat. Sementara data sekotr manufaktur masih menjadi kendala dengan factory order yang turun -0.7% lebih jelek dari perkiraan -0.6 dan periode sebelumnya +0.2%. Untuk malam ini masih akan terfokus pada langkah Washington menghadapi serangan balik Iran ini sementara hanya ada data tenaga kerja sektor swasta ADP yang dirilis malam ini sebelum data terpenting Non-Farm Payroll pada Jumat nanti.

Euro terkoreksi setelah sempat menguat terhadap dolar seiring dengan eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.  Sebagai mata uang yang bukan safe haven, membuat Euro tertekan meskipun fundamental sebenarnya cukup positif dengan estimasi inflasi yang naik sesuai perkiraan dan data Retail Sales yang meningkat cukup signifikan +1.0& lebih baik dari perkiraan 0.6% dari periode sebelumnya -0.3%.

Poundsterling juga ikut terkoreksi terhadap dolar menjelang debat final antara parlemen dengan PM Boris Johnson perihal Brexit yang dijadwalkan akhir pekan ini. Setelah kembali meraih mayoritas suara di parlemen kemungkinan akan berjalan tanpa kendala. Inggris akan resmi keluar dari pasar tunggal Eropa pada akhir bulan ini dan masa transisi transisi hingga akhir tahun nanti. Pasar hanay sekedar menunggu kepastian setelah debat final akhir pekan ini.

Language