Harga emas mencapai tingkat tertinggi pada perdagangan pasar Asia hari Senin

27 Jul

Harga emas mencapai tingkat tertinggi pada perdagangan pasar Asia hari Senin

Harga emas mencapai tingkat tertinggi pada perdagangan pasar Asia hari Senin

Harga emas berjangka mencatatkan tingkat tertingginya pada pembukaan pasar Asia hari Senin. Logam emas diperdagangkan menembus $ 1.900 per ons pertama kali dalam sembilan tahun terakhir.

Emas berjangka AS di Comex New York naik $ 7,50, atau 0,4%, menjadi $ 1,897,50 per ounce. Puncak sesi adalah $ 1,904.10, tertinggi sejak 2011, ketika emas Comex mencapai rekor tertinggi $ 1,921.60.

Pada perdagangan minggu lalu, emas Comex naik 4,8%, reli selama tujuh minggu berturut, dan mendekati level tertinggi sebelumnya, serta target yang diperkirakan berikutnya $ 2.000 per ons.

Spot gold, indikator perdagangan emas batangan real-time, naik $ 12,55, atau 0,7% menjadi $ 1,900,06. Puncak sesi di $ 1.906,68 menempatkannya dalam jarak yang sangat dekat dengan menembus rekor tertinggi $ 1.920,85. Emas spot telah naik 5% pada minggu lalu.

Rally emas terdukung oleh suku bunga rendah dan triliunan dolar dari stimulus Covid-19 yang disahkan oleh pemerintah dan bank sentral global yang telah merendahkan Dolar dan mata uang konvensional lainnya dan meningkatkan ketakutan inflasi.

Emas bukan satu-satunya penerima manfaat dari Dolar yang lemah dan program stimulus tahun ini.

Perak, logam mulia kedua yang paling aktif diperdagangkan di Comex, naik lebih dari 26% tahun ini, mengungguli kenaikan emas pada perdagangan.

Perak Comex turun 13,80 sen, atau 0,6%, pada $ 22,85 per ounce pada minggu lalu, meluncur untuk hari kedua berturut-turut dan menyimpang dari emas, yang rally bersamaan sejak awal pekan lalu. Meskipun penurunan gabungan 1,3% dalam seminggu, perak Comex masih menyelesaikan minggu ini dengan naik 15,6% kenaikan mingguan terbesar dalam empat bulan terakhir.

 

 

Dolar memperpanjang rally pelemahan pada pasar Asia hari Senin

Dolar AS melanjutkan rally penurunannya pada perdagangan pasar Asia hari Senin, greenback terus tertekan dalam perdagangan beberapa minggu terakhir dibebani oleh keraguan dari pemulihan ekonomi.

Indeks Dolar AS pada perdagangan, terpantau turun 0,1% pada 94,627, mendekati tingkat terendah sebelumnya pada 94,650, dan di jalur untuk penurunan mingguan terburuk dalam sebulan.

USD / JPY turun 0,5% pada 106,33, GBP / USD turun 0,1% pada 1,2725, sementara EUR / USD naik 0,1% pada 1,1690. Euro lebih tinggi secara keseluruhan mendapat keuntungan dari dana pemulihan 750 miliar Euro meningkatkan prospek risiko politik jangka pendek.

AS melaporkan kenaikan pertama dalam klaim pengangguran sejak Maret, dengan 1,416 juta orang Amerika mengajukan klaim pengangguran selama minggu lalu. Ini terjadi ketika beberapa negara kembali membuka kembali perekonomian karena pandemi Covid-19.

Selain itu, paket penyelamatan fiskal AS berikutnya tampaknya menemui jalan buntu di Kongres sementara tenggat waktu akhir bulan membayangi karena sebagian tunjangan pengangguran akan berakhir pada bulan ini.

Pelemahan pada geeenback masih tertahan pada perdagangan, dan mendorong Yen Jepang sebagai mata uang safe-haven Asia, yang terpengaruh oleh kekhawatiran perdagangan AS dan China.

Sebelumnya China memerintahkan Amerika Serikat untuk menutup konsulatnya di kota Chengdu pada Jumat, menanggapi permintaan AS minggu lalu dimana China menutup kantor konsulat di Houston.

 

Minyak datar pada perdagangan Senin di tengah penurunan permintaan global

Harga minyak diperdagangkan datar pada pasar Asia hari Senin, di tengah penurunan tingkat permintaan akibat dari kekhawatiran penyebaran Covid serta semakin buruknya hubungan AS dan China.

Minyak berjangka Brent turun 0,1% menjadi $ 43,62 dan WTI futures turun 0,2% menjadi $ 41,20. Kontrak minyak Brent berguling ke kontrak 20 Oktober pada minggu ini.

AS mencatat hampir 74.000 kasus COVID-19 baru pada minggu lalu, menurut data Universitas Johns Hopkins. Lebih dari 1.000 orang Amerika meninggal setiap hari, penghitungan kematian terburuk sejak akhir Mei. Angka-angka ini dapat menyebabkan penutupan dan penguncian lebih lanjut dan akan menurunkan tingkat permintaan bahan bakar.

Juga mempengaruhi harga adalah hubungan yang semakin tegang antara AS dan China, dua konsumen minyak terbesar di dunia. Kekhawatiran akan konflik diplomatik yang meledak selama beberapa bulan ke depan telah meningkat, mempengaruhi nilai dolar dan meredam ekspektasi kenaikan tajam dalam permintaan bahan bakar.

AS dan China telah memerintahkan agar mereka menutup konsulat di negara masing-masing, konsulat Houston China dan konsulat AS di Chengdu.

Language