Euro mengawali minggu ini dengan stabil meskipun di tengah ancaman pandemik 

26 Oct

Euro mengawali minggu ini dengan stabil meskipun di tengah ancaman pandemik 

Euro mengawali minggu ini dengan stabil meskipun di tengah ancaman pandemik 

Euro diperdagangkan stabil terhadap Dolar AS pada pembukaan pasar Asia hari Senin meskipun ancaman pandemik gelombang kedua masih belum mereda. Sementara fundamental ekonomi di sektor manufaktur masih terus meningkat sedangkan di sektor jasa cenderung menurun. Penurunan PMI jasa dapat dimengerti karena merupakan sektor yang paling parah terkena dampak dari pandemik covid-19. Sektor manufaktur diluar perkiraan malah terus meningkat bahkan lebih baik dari perkiraan.

Sedangkan untuk mengatasi penyebaran covid-19, pemerintah di sejumlah negara di kawasan ini mulai menerapkan pembatasan per wilayah dan tidak memberlakukan secara nasional sehingga aktifitas ekonomi di wilayah yang tidak terdampak tidak mengalami gangguan. Pekan ini Bank Sentral Eropa (ECB) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter dengan agenda yang diharapkan akan semakin melonggarkan kebijakan moneter atau setidaknya komentar dari Presiden ECB – Christine Lagarde yang senada dengan pelonggaran tersebut.

Sebelum ECB, Bank of Canada lebih dulu akan mengadakan pertemuan moneter sehari sebelumnya dan Bank Setral Jepang (BOJ) di hari yang sama. Hari ini akan dirilis data Iklim Bisnis di Jerman dari IfO dan juga laporan bulanan dari BundesBank.

Di lain tempat, Dolar terus melemah karena ketidakpastian akan paket stimulus dari kedua Partai d Parlemen yang saling memberikan pernyataan yang berbeda. Ketua DPR AS – Nancy Pelosi masih optimis paket stilmulus pandemik ini dapat disetujui sebelum pemilu jika Presiden Trump bisa mengajak Partai Republik di Senat menyetujui paket tersebut. Namun Presiden Trump dan Menteri Keuangan – Steven Mnuchin menolak usulan Pelosi dan mengatakan masih jauh perbedaan pendapat diantara kedua Partai tersebut. Sehingga pencapaian kesepakatan sebelum pemilu sepertinya peluangnya tipis. Dari pemilu AS, debat final capres jumat lalu masih saling menyerang perihal kehidupan pribadi meski tidak sesengit pada debat pertama lalu. Selain itu juga dibahas penanganan covid-19 yang cenderung terus meningkat dan tidak kunjung mereda.

Sektor manufaktur meningkat 53.3 sedikit meningkat dari periode sebelumnya 53.2 namun masih dibawah perkiraan 53.5. Di sektor jasa justru meningkat 56.0 lebih baik dari perkiraan 54.7 dan periode sebelumnya 54.6. Pekan ini akan banyak dirilis data penting diantaranya data Durable Goods Order, Kepercayaan Konsumen, Neraca Perdagangan dan yang terpenting data pertumbuhan ekonomi GDP di hari Kamis dan data penting lainnya pada hari Jumat termasuk Chicago PMI, Personal Spending/Income dan hasil survey dari University of Michigan.

 

Emas diperdagangkan datar pada Senin pagi menahan kenaikan minggu lalu

Harga emas diperdagangkang stabil pada SEnin pagi, menahan kenaikan dari akhir pekan lalu

Emas berjangka untuk pengiriman Desember menetap pada kisaran $ 1,905.20 di Comex New York, naik 60 sen, atau 0,03%. Namun untuk sepanjang minggu lalu tercatat turun 0,1%, mengikuti dengan penurunan 1% minggu sebelumnya.

Spot emas, yang mencerminkan perdagangan real-time bullion, datar di $ 1,904,10. Bullion juga menunjukkan kenaikan 0,3% pada minggu ini versus penurunan 1,6% dari minggu sebelumnya.

Pejabat Gedung Putih, termasuk Kepala Staf Mark Meadows dan Sekretaris Pers Kayleigh McEnany, mengatakan negosiasi untuk stimulus dengan Nancy Pelosi, ketua Kongres yang dipimpin oposisi, hampir berakhir setelah dua minggu pembicaraan yang tidak meyakinkan.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, yang terlibat langsung dalam negosiasi dengan Pelosi, mengatakan perbedaan signifikan tetap ada di antara kedua belah pihak.

Kongres menyetujui stimulus Coronavirus Aid, Relief and Economic Security (CARES) pada bulan Maret, mengeluarkan sekitar $ 3 triliun sebagai perlindungan gaji bagi pekerja, pinjaman dan hibah untuk bisnis dan bantuan pribadi lainnya untuk warga negara dan penduduk yang memenuhi syarat.

Pembeli membeli emas awal pekan ini karena spekulasi bahwa pemerintahan Trump dapat menjembatani kesenjangan antara penawaran $ 1,9 triliun dan $ 2,2 triliun yang diminta oleh Pelosi dan Demokrat. Tetapi seiring berlalunya minggu, kedua belah pihak berusaha keras, meniadakan kemungkinan untuk kesepakatan menjelang pemilihan presiden 3 November, di mana Trump menghadapi kandidat Demokrat Joe Biden.

Emas Comex mencapai rekor tertinggi hampir $ 2.090 per ounce pada awal Agustus karena spekulasi untuk putaran kedua CARES memuncak saat itu. Namun, logam kuning turun hampir $ 250, atau 12%, dari level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir karena spekulasi untuk kesepakatan Covid-19 lainnya gagal dan dolar malah menguat.

 

Minyak diperdagangkan stabil pada pasar Asia hari Senin

Harga minyak mentah diperdagangkan stabil pada pembukaan pasar Asia hari Senin terdorong oleh penurunan pasokan minyak AS yang membantu harga minyak karena investor membidik pada jumlah rig pendakian dan prospek pasokan Libya yang diperkirakan akan menguat minggu ini.

Baik West Texas Intermediate, indikator utama harga minyak mentah di Amerika Serikat, dan Brent, patokan global untuk minyak, turun sekitar 3% pada minggu ini setelah jumlah rig minyak AS naik menjadi 211 dari level minggu lalu di 205.

Rig minyak, indikator produksi di masa depan, terus naik sejak pekan yang berakhir 4 September, saat berada di 180.

Menambah beban di pasar adalah perkiraan bahwa produksi minyak Libya, sebagian besar offline sejak Januari, telah meningkat menjadi 500.000 barel per hari dan kemungkinan akan tumbuh lebih lanjut pada akhir Oktober.

WTI yang diperdagangkan di New York menetap di $ 39,85 per barel, turun 79 sen, atau 1,9%. Untuk minggu ini, WTI turun 2,5%. Brent yang diperdagangkan di London menetap di $ 41,77, turun $ 1,16, atau 2,7%.

Persediaan minyak mentah turun 1 juta barel untuk pekan yang berakhir 18 Oktober, sebagian besar jatuh dalam perkiraan penarikan 1,02 juta barel. Minyak mentah disimpan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk kontrak barel WTI juga naik sesuai ekspektasi, naik 975.000 barel dibandingkan perkiraan 1,1 juta barel.

EIA memang memberikan angka positif pada persediaan distilat berbahan bakar diesel, yang turun 3,8 juta barel, atau dua kali lipat ekspektasi. Hal ini tampaknya disebabkan oleh aktivitas pengiriman dan pengangkutan yang kuat karena banyak orang yang tetap tinggal di rumah mereka memesan segala sesuatu mulai dari pakaian hingga bahan makanan.

 

Language