Dolar terus melemah pada pembukaan pasar Asia hari Selasa

08 Jun

Dolar terus melemah pada pembukaan pasar Asia hari Selasa

Dolar terus melemah pada pembukaan pasar Asia hari Selasa

Dolar masih melemah pada pasar Asia hari Selasa seiring dengan tidak adanya sentimen positif bagi mata uang. Laporan tenaga kerja Non-Farm Payroll (NFP) yang dirilis di penghujung pekan lalu yang dibawah perkiraan cukup membuat daya tarik dolar menjadi berkurang.

Dengan angka NFP tersebut tidak cukup meyakinkan bagi Fed untuk mengubah kebijakan moneter dalam waktu dekat ini. Selain itu hal ini juga mempertegas perkiraan dari pejabat Fed yang mengatakan bahwa lonjakan inflasi hanya bersifat transisi yang terbukti masih belum diimbangi oleh sektor tenaga kerja. Menurunnya harapan akan perubahan kebijakan moneter dari Fed menjadi sentimen negatif bagi dolar dan juga yield obligasi pemerintah AS juga menurun yang menandakan suku bunga di AS akan tetap rendah untuk beberapa waktu mendatang.

Federal Reserve dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter FOMC pada pekan depan dengan tidak diharapkan akan terjadinya perubahan kebijakan moneter, meski demikian pasar akan mencermati komentar dari sejumlah pejabat Fed perihal waku yang tepat untuk mengubah kebijakan moneter seiring dengan pemulihan ekonomi yang terus berjalan paska pandemik yang sudah semakin terkendali.

Di lain tempat Euro masih menahan kenaikannya pada hari ini. Bank Sentral Eropa (ECB) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter pada hari Kamis ini, walaupun tidak diharapkan akan ada perubahan moneter setelah sejumlah pejabat ECB masih belum berencana untuk mengurangi Program QE darurat masa pandemik yang masih berlaku. Walaupun secara perlahan pandemik sudah terkendali seiring dengan vaksinasi yang terus dijalankan di kawasan ini sekaligus memberikan harapan akan pemulihan ekonomi terus berjalan.

Poundsterling juga berlanjut menguat terhadap Dolar meski masih dibayangi oleh meragukannya pembukaan lockdown secara total pada 21 juni mendatang. Sebelum itu pemerintah Inggris akan mengkaji ulang pada 14 Juni nanti yang akan memastikan apakah pembukaan 21 Juni menjadi kenyataan. Menteri Kesehatan – Matt Hancock sendiri mengatakan jadwal tgl 21 Juni terlalu dini. Sebagai negara pemimpin dalam pemulihan ekonomi seiring dengan program vaksinasi yang agresif membuat spekulasi bahwa Bank Sentral Inggris (BOE) akan mengawali perubahan kebijakan moneternya sebelum bank sentral lainnya. Tidak ada data ekonami yang akan dirilis malam ini, hanya pidato dari Ketua ahli ekonomi BOE – Andy Haldane