Dolar lebih kuat pada pasar Asia meskipun di tengah minimnya data ekonomi 

09 Jun

Dolar lebih kuat pada pasar Asia meskipun di tengah minimnya data ekonomi 

Dolar lebih kuat pada pasar Asia meskipun di tengah minimnya data ekonomi 

Dolar naik tipis terhadap mata uang lainnya pada sesi Asia hari Rabu, tidak jauh dari harga terendah sehari sebelumnya seiring dengan tidak adanya sentimen di pasar.

Investor masih menunggu perisitiwa penting pekan ini yaitu pertemuan hasil moneter Bank Sentral Eropa yang akan mengumumkan hasilnya minggu ini. Dan juga data inflasi CPI AS yang juga akan dirilis besok yang akan menjadi patokan bagi Federal Reserve untuk mengubah kebijakan keuangan selain sektor data tenaga kerja. Fed akan mengadakan pertemuan FOMC pekan depan.

Tidak adanya data ekonomi yang akan dirilis membuat obligasi yield 10 tahun pemerintah AS meningkat hingga level terendah dalam 1 bulan terakhir setelah rilis indeks data Small Business yang menunjukkan penurunan 99.6 meleset dari perkiraan naik ke 101.2 dari periode sebelumnya 99.8. Tercatat hampir mencapai atau 48% usaha kecil mengalami kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja menurut laporan tersebut. Ini merupakan rekor tertinggi selama ini. Sedangkan defisit neraca perdagangan semakin berkurang -68,9Mn dari periode sebelumnya -75,0Mn.

Dengan sejumlah kebijakan perdagangan baru dari program pemerintah Presiden Biden dengan mitra dagang AS diperkirakan neraca perdagangan akan semakin berimbang dengan pihak China yang selama ini menjadi sandungan bagi perdagangan global.

Euro mengalami konsolidasi terhadap dolar seiring dengan sejumlah data fundamental yang beragam. Meski revisi PDB masih meningkat ke -0,3% lebih baik dari perkiraan stabil diangka -0,6%. Namun sentimen sebelumnya cenderung negatif seiring dengan data sentimen ekonomi ZEW yang turun ke 81.3 yang lumayan meleset dari perkiraan naik ke 85.5 dari periode sebelumnya 84.4. Senada dengan sentimen ekonomi di Jerman yang turun ke 79.8 yang meleset dari perkiraan 86.0 dan periode sebelumnya 84.4.

Industrial Production di Jerman juga turun -1,0% lebih jelek dari perkiraan 0,3% dan periode sebelumnya juga direvisi 2,2% dari sebelumnya 2,5%. Hari ini akan dirilis data neraca perdagangan di Jerman.

Poundsterling juga sedikit melemah terhadap dolar seiring dengan bicara dari Ketua Ahli Ekonomi Bank Sentral Inggris (BOE) – Andy Haldane yang mengatakan sektor tenaga kerja di Inggris masih dibayangi ketidakpastian dan pemulihan ekonomi tergantung pada seberapa cepat permintaan barang dan jasa. Komentar yang tidak terlalu optimis meski Inggris berencana memulai penguncian pada 21 Juni mendatang. walaupun kepastiannya masih menunggu hasil review pada tanggal 14 nanti.

 

Emas menguat pada Rabu pagi didukung penurunan ekonomi global

Emas naik pada Rabu pagi di Asia karena pasar yang melihat data inflasi yang beragam dari China dan menunggu data serupa dari AS pada hari Kamis.

Emas berjangka naik tipis 0,12% menjadi $1,896,65. Dolar, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, naik tipis sementara imbal hasil Treasury AS 10 tahun yang menjadi patokan turun ke level terendah dalam lebih dari sebulan.

Data yang dirilis pada hari sebelumnya menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) China untuk bulan Mei berkontraksi 0,2% bulan ke bulan dan meningkat 1,3% tahun ke tahun. Namun, indeks harga produsen (PPI) melonjak 9% tahun-ke-tahun, melebihi ekspektasi.

Di tempat lain di Asia, tingkat pengangguran Korea Selatan naik 3,8% di bulan Mei, sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan 3,7% di bulan April.

Sementara di AS lowongan pekerjaan JOLT di bulan April meningkat menjadi 9,286 juta, lebih tinggi dari angka 8,3 juta dalam perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan 8,288 juta di bulan Maret.

Pasar sekarang menunggu data indeks CPI inti AS untuk Mei yang akan dirilis pada hari Kamis untuk petunjuk lebih lanjut tentang garis waktu Federal Reserve AS untuk mengubah kebijakan moneter dovish saat ini.