Dolar menguat hari Rabu seiring penguatan inflasi AS

14 Jul

Dolar menguat hari Rabu seiring penguatan inflasi AS

Dolar menguat hari Rabu seiring penguatan inflasi AS

Dolar menguat pada perdagangan Rabu seiring dengan penguatan inflasi AS.

Tingkat inflasi semakin meningkat semakin memperbesar peluang perubahan kebijakan moneter Fed. Data inflasi CPI di AS melonjak ke level tertinggi dalam 13 tahun terakhir dengan data y/y atau dibandingkan dengan data yang sama periode setahun yang lalu terjadi kenaikan 5.4% . Dengan data Core yang tidak menyertakan komponen makanan dan bahan bakar naik 4.5%.

Sedangkan data bulanan naik 0.9% dari periode sebelumnya 0.6% yang jauh lebih baik dari perkiraan turun ke 0.5% dan data Core juga naik 0.9% yang lebih baik dari perkiraan turun ke 0.4% dari periode sebelumnya 0.7%.

Dengan data-data diatas menunjukkan inflasi masih jauh melampaui target fed dikisaran 2% sehingga membuka peluang bagi Fed untuk mengubah kebijakan moneternya sebelum terjadinya overheat. Dengan level inflasi saat ini kemungkinan untuk mendekati level target Fed pun akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar yang artinya kenaikan inflasi tidak sekedar transisi seperti yang selama ini diyakini oleh sejumlah pejabat Fed.

Hal ini menjadikan testimoni tengah tahunan Ketua Fed – Jerome Powell malam ini didepan komite kebijakan moneter dan ekonomi parlemen AS akan menjadi sangat penting untuk dicermati. Untuk mengetahui pandangannya terhadap kondisi ekonomi terkini dan peluang perubahan langkah moneter yang akan diambil pada pertemuan moneter FOMC berikutnya.

Sementara Poundsterling berlanjut melemah seiring dengan penguatan mata uang Dolar. Namun diperkirakan akan tertahan mejelang data inflasi CPI hari ini yang akan dirilis hari ini. Meski demikian dengan perkiraan hanya sedikit kenaikan dari periode sebelumnya kemungkinan dampaknya juga tidak akan terlalu banyak.

Euro terus turun seiring dengan penguatan mata uang dolar. Dengan data inflasi CPI yang stagnan di Jerman 0.4% dan data inflasi CPI di Prancis yang turun 0.1% lebih jelek dari perkiraan stabil 0.2%, membuat sentimen Euro menjadi negatif terlebih dengan masih belum adanya kejelasan langkah pembukaan akses di sejumlah wilayah ini meski program vaksinasi sudah berjalan.

 

Harga minyak mentah lebih tinggi pada hari Rabu jelang data stok minyak AS

Harga minyak rebound pada hari Rabu karena pasar menantikan data yang kemungkinan akan menunjukkan penarikan lain dalam stok minyak mentah AS.

Stok minyak mentah AS turun pekan lalu mengurangi kekhawatiran tentang prospek permintaan pada saat meningkatnya infeksi Covid-19 telah memaksa beberapa negara untuk memperbarui pembatasan.

West Texas Intermediate, patokan naik $ 1,24 menjadi $ 75,34 per barel, setelah menetap naik $ 1,15 sen menjadi $ 75,25 per barel.

Persediaan minyak mentah AS turun 4,1 juta barel untuk pekan yang berakhir 8 Juli, dibandingkan dengan penurunan 8,0 juta barel yang dilaporkan oleh API untuk pekan sebelumnya.

API juga menunjukkan bahwa persediaan bensin turun sekitar 1,5 juta minggu lalu, dibandingkan dengan penurunan 2,7 juta di minggu sebelumnya, dan stok sulingan naik sekitar 3,7 juta barel.

Laporan inventaris resmi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam nanti dan diperkirakan menunjukkan pasokan minyak mentah mingguan AS turun sekitar 4,4. juta barel pekan lalu.