Harga Emas Meningkat, Dipicu Dolar Yang Melemah

05 Aug

Harga Emas Meningkat, Dipicu Dolar Yang Melemah

Harga Emas mengalami peningkatan tajam pada akhir penjualan di hari Jumat pagi, berbalik meningkat dari kerugian sehari sebelumnya dipicu oleh Dolar AS yang melemah karena para pelaku pasar menunggu laporan pekerjaan AS untuk petunjuk arah lintasan kebijakan Federal Reserve (The Fed) selanjutnya.

Kontrak harga Emas paling aktif untuk pengiriman bulan Desember di divisi Comex New York Exchange, mengalami kenaikan 30,6 Dolar AS atau 1,73 persen menjadi ditutup pada 1.806,80 Dolar AS per ounce, kembali bertengger di atas level psikologis 1.800 Dolar AS setelah beberapa hari tersandung penguatan Dolar.

Harga Emas berjangka jatuh 13,40 Dolar AS atau 0,75 persen menjadi 1.776,50 Dolar AS pada Rabu, setelah terdongkrak 3,0 Dolar AS atau 0,12 persen menjadi 1.789,80 Dolar AS pada Selasa, dan mengalami kenaikan 5,8 Dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.787,80 Dolar AS pada Senin. Harga Emas berakhir pada penutupan tertinggi sejak 30 Juni, meningkat di atas angka kunci 1.800 Dolar AS, karena investor fokus pada kemungkinan ekonomi AS jatuh ke dalam resesi, kata analis pasar.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan di hari Kamis bahwa klaim pengangguran awal AS meningkat dari 6.000 menjadi 260.000 dalam minggu yang berakhir 30 Juli. Minggu yang berakhir pada 23 Juli melihat meningkatnya permintaan yang berkelanjutan untuk tunjangan negara menjadi 1,43 juta, angka tertinggi sejak awal April.Investor juga mempertimbangkan kemungkinan mundurnya pasar tenaga kerja yang kuat, menurut analis pasar, terutama karena Federal Reserve menaikkan perjuangannya melawan inflasi pada level tertinggi empat dekade.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman bulan September bergerak naik 22,9 sen atau 1,16 persen, menjadi ditutup pada 20,123 Dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman bulan Oktober mengalami kenaikan 36,5 Dolar AS atau 4,2 persen, menjadi ditutup pada 924,80 Dolar AS per ounce.